Menentukan Lokasi Daerah Rawan Banjir menggunakan metode TWI
Topographic Wetness indeks (TWI) adalah indeks kebasahan yang dapat digunakan sebagai indikator dari suatu kawasan yang mempunyai potensi banjir. Indeks ini diturunkan dari peubah-peubah permukaan. Rumus dari TWI adalah TWI = ln(As / tanB), dimana As = Flow Accumulation dan B adalah Slope.
Metode
Model data yang digunakan adalah data Digital Elevation Model (DEM). DEM ini dibuat dengan interpolasi data digital kontur. DEM merupakan data raster atau grid yang merepresentasikan ketinggian diatas permukaan laut.
Dari data tersebut, dapat diturunkan berbagai macam data. Yaitu, slope (kelerengan), flow direction (arah aliran), flow accumulation (akumulasi aliran), stream power index (index kekuatan aliran) dan wetness index (index kebasahan).
Slope (kelerengan) / B
Slope merupakan tingkat perubahan elevasi yang dinyatakan dalam persen atau derajat kemiringan lereng.
Flow direction (arah aliran)
Arah aliran sebuah sel merupakan arah di mana air mengalir ke luar dari sel tersebut
- Jika sebuah sel mempunyai ketinggian lebih rendah dari delapan sel disekitarnya, maka sel tersebut diberikan nilai paling kecil dan aliran ditetapkan mengalir menuju sel itu.
Jika sebuah sel mempunyai kemiringan (slope) yang sama di semua arah, maka arah aliran tidak terdefinisikan (danau).
- Jika sebuah sel mempunyai kemiringan (slope) yang sama dibeberapa arah dan bukan bagian dari sink, maka arah aliran dihitung dengan menjumlahkan beberapa arah tersebut.
Flow Accumulation (As)
-Jika diketahui ke mana arah air akan mengalir, maka dapat digambarkan daerah (sel-sel) apa yang mempunyai kelebihan air yang mengalir melaluinya dibandingkan dengan daerah (sel-sel) lain
- Dengan mengikuti grid arah aliran ke belakang, maka dapat diketahui banyak sel-sel yang mengalir menuju sel-sel lain pada suatu daerah kajian
- Akumulasi aliran dihitung sebagai akumulasi banyak sel-sel yang mengalir menuju tiap sel yang paling rendah ketinggiannya
-Jika bobot tiap sel dinyatakan sebagai 1 satuan, maka akumulasi aliran tiap sel merupakan daerah kontribusi aliran sel tersebut. Sebagai contoh akumulasi aliran pada suatu outlet DAS mewakili luas DAS tersebut (luas tangkapan). Sel yang mempunyai akumulasi aliran 1 berarti tidak ada aliran yang masuk ke sel tersebut dan berhubungan dengan lembah atau puncak bukit (Meijerink et al., 1994)
-Untuk akumulasi permukaan, nilai tiap sel mewakili total banyaknya sel-sel yang mengalir menujunya.
